Archive for August, 2009

Aug 07 2009

Dampak Penjas Terhadap Fungsi Kognitif

Published by olahraga under Lain-lain

Para guru pendidikan jasmani (Penjas) sering meprotes dan mengeluh, karena ada beberapa anggapan bahwa mata pelajaran Penjas merupakan bidang studi yang dianggap nomor kesekian. Hal ini dibangkitkan oleh kesan, yaitu siswa hanya diajarkan meregangkan kaki dan tangan, membentuk otot-otot dan menendang bola.

Selain itu, ada beberapa orang tua yang menghukum anak-anaknya dengan melarang mereka untuk tidak ikut olahraga dan kegiatan latihan setelah pulang sekolah, dan menyuruh mereka duduk berjam-jam membaca buku. Kondisi seperti itu menunjukan, mereka mempunyai pengertian keliru terhadap peranan aktifitas jasmani, seperti pendidikan jasmani dan olahraga dalam kehidupan seorang anak. Dalam kasus-kasus seperti ini , para guru penjas harus mampu mengajukan argumentasi dan alasan yang kuat dan tepat , menyangkut keuntungan-keuntungan atau manfaat dan faedah yang diperoleh melalui pendidikan jasmani.

  1. Konsep Dasar Tentang Fungsi Kognitif

Proses dan fungsi kognitif menunjukan , bagaimana otak berfungsi menangkap informasi dan bagaimana menyadarinya, menyimpan dan menggunakan informasi tersebut untuk membangkitkan pola-pola tingkah laku. Proses dan fungsi kognitif ini memainkan peran yang amat berarti dalam banyak bentuk belajar termasuk belajar gerak dan belajar melalui gerak.

Suatu model proses informasi, dapat membantu menjelaskan hubungan antara gerakan fisik dengan penampilan mental. Model ini terdiri atas proses dan tahapan-tahapan tertentu yang melibatkan mulai dari saat informasi masuk system, sampai kepada system tersebut membangkitkan respons. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Dari Gambar

Sebagaimana terlihat pada gambar diatas mekanisme persepsi mengatur informasi yang masuk, dan meneruskannya kepada mekanisme pembuatan keputusan. Sementara itu, memori menyimpan segala informasi yang masuk tersebut. Selanjutnya mekanisme pembuatan keputusan akan menyeleksi informasi yang ada dalam memori sebagi suatu analog renca yang cocok dengan kebutuhan situasi tertentu. Kemudian mekanisme pengirim selanjutnya menggunakan rencana rencana tindakan ini, untuk mengatur aba-aba atau perintah-perintah untuk selanjutnya dikirim kepada mekanisme sekeliling otot.

Bentuk-bentuk fungsi kognitif ini antara lain adalah konsentrasi, perhatian, tanggapan atau persepsi, proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, waktu reaksi, ingatan atau memori, respons dan sebagainya.

  1. Pengaruh Aktivitas Jasmani Terhadap Fungsi Kognitif

Fungsi-fungsi kesadaran atau kognitif yang meliputi kemampuan berkonsentrasi, memperhatikan, berfikir, memecahkan masalah membuat keputusan dengan cepat dan tepat, ketelitian dan mereaksi secara tangkas merupakan fungsu dasar yang efesien dalam kehidupan individu sehari-hari, termasuk dalam kegiatan latihan fisik dan olahraga

Aktifitas jasmani yang dilakukan dalam intensitas yang rendah sampai sedang dapat meningkatkan daya konsentrasi dan perhatian. Kemampuan individu berkonsentrasi berhubungan dengan kemampuannya yaitu memelihara fokus perhatian terhadap tugas atau objek tertenti. Sedangkan perhatian adalah kemampuan individu untuk menghubungkan sesuatu dengan kesadaran tentang perubahan lingkungan. Kemampuan konsentrasi dan perhatian merupakan elemen kunci dalam proses belajar. Proses perhatian digunakan untuk menjelaskan bagaimana proses informasi mempengaruhi belajar dan ferporma, baik dalam tugas-tugas kognitif maupun tugas-tugas gerak.

Dampak pengerahan tenaga jasmani atau fisik terhadap kemampuan konsentrasi dan perhatian berbeda secara berartidan amat tergantung kepada intensitas dan lamanya latihan yang dilakukan. Pengerahan atau pengurasan tenaga fisik dalam jumlah yang sedang akan meningkatkan kemampuan perhatian. Sedangkan pengerahan tenaga fisik yang tinggi cenderung akan menurunkan perhatian (Davey,1973). Disamping itu konsentrasi dan perhatian menurun ketika kerja mental terjadi selama latihan fisik yang berat, sehingga terjadi kondisi kelelahan.

Aktifitas Jasmani berpengaruh pula terhadap kemampuan memecahkan masalah. Istilah pemecahan masalah ini menunjukan bermacam-macam tahapan proses informasi yang mencakup : Pengenalan dan pemahaman terhadap masalah, Perencanaan menentukan cara pemecahannya, dan melaksanakan rencana tersebut. Keberhasilan pemecahan masalah dinilai atas dasar kecepatan, ketepatan dan kecermatan mengambil keputusan atau memecahkan masalah.

Tinggi rendahnya intensitas latihan jasmani berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah. Semakin tinggi intensitas kegiatan fisik, sampai mendekati kondisi kelelahan maka semakin rendah kemampuan pemecahan masalah. Sebaliknya jika intensitas kegiatan fisik sampai berada pada tingkat yang sedang justru akan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Selain itu aktivitas jasmani dan latihan dalam taraf intensitas yang rendah sampai sedang, akan memudahkan waktu reaksi dan waktu bergerak seseorang. Waktu reaksi diartikan sebagai waktu diantara kehadiran rangsangan atau stimulus (seperti cahaya lampu atau bunyi tangga nada), Sampai dengan saat inisiatif memberikan respons (seperti memencet tombol). Waktu bergerak adalah waktu yang dilalui atau ditempuh antara saat mulai merespons , sampai menyelesaikan gerakan (seperti dari saat start sampai finish pada lari jarak 100 m).

Tingkat kebugaran jasmani yang baik, sebagai akibat dari latihan fisik yang teratur dan dalam dosis yang rendah sampai sedang hal ini akan berpengaruh terhadap fungsi-fungsi kognitif, seperti kemampuan mengingat, memecahkan masalah angka-angka dan kecermatan. Disamping itu tingkat perkembangan jasmani yang baik tercermin dalam tingkat kebugaran jasmani yang baik pula. Hal ini berkaitan dengan performa kerja mental seperti : kecermatan, ketepatan dan kecepatan menyelesaikan masalah.

Suatu hal yang perlu dipahami bahwa kondisi kelelahan akan menurunkan fungsi-fungsi kognitif seperti : konsentrasi, perhatian, kemempuan menyelesaikan masalah, waktu reaksi, kecermatan dan ketelitian.

(Pembinaan Ketahanan Kepribadian di sepanjang Hayat , Drs. Rusli Ibrahim,MA)

No responses yet

Search