Aug 07

Dampak Penjas Terhadap Fungsi Kognitif

Published by olahraga under Lain-lain

Para guru pendidikan jasmani (Penjas) sering meprotes dan mengeluh, karena ada beberapa anggapan bahwa mata pelajaran Penjas merupakan bidang studi yang dianggap nomor kesekian. Hal ini dibangkitkan oleh kesan, yaitu siswa hanya diajarkan meregangkan kaki dan tangan, membentuk otot-otot dan menendang bola.

Selain itu, ada beberapa orang tua yang menghukum anak-anaknya dengan melarang mereka untuk tidak ikut olahraga dan kegiatan latihan setelah pulang sekolah, dan menyuruh mereka duduk berjam-jam membaca buku. Kondisi seperti itu menunjukan, mereka mempunyai pengertian keliru terhadap peranan aktifitas jasmani, seperti pendidikan jasmani dan olahraga dalam kehidupan seorang anak. Dalam kasus-kasus seperti ini , para guru penjas harus mampu mengajukan argumentasi dan alasan yang kuat dan tepat , menyangkut keuntungan-keuntungan atau manfaat dan faedah yang diperoleh melalui pendidikan jasmani.

  1. Konsep Dasar Tentang Fungsi Kognitif

Proses dan fungsi kognitif menunjukan , bagaimana otak berfungsi menangkap informasi dan bagaimana menyadarinya, menyimpan dan menggunakan informasi tersebut untuk membangkitkan pola-pola tingkah laku. Proses dan fungsi kognitif ini memainkan peran yang amat berarti dalam banyak bentuk belajar termasuk belajar gerak dan belajar melalui gerak.

Suatu model proses informasi, dapat membantu menjelaskan hubungan antara gerakan fisik dengan penampilan mental. Model ini terdiri atas proses dan tahapan-tahapan tertentu yang melibatkan mulai dari saat informasi masuk system, sampai kepada system tersebut membangkitkan respons. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Dari Gambar

Sebagaimana terlihat pada gambar diatas mekanisme persepsi mengatur informasi yang masuk, dan meneruskannya kepada mekanisme pembuatan keputusan. Sementara itu, memori menyimpan segala informasi yang masuk tersebut. Selanjutnya mekanisme pembuatan keputusan akan menyeleksi informasi yang ada dalam memori sebagi suatu analog renca yang cocok dengan kebutuhan situasi tertentu. Kemudian mekanisme pengirim selanjutnya menggunakan rencana rencana tindakan ini, untuk mengatur aba-aba atau perintah-perintah untuk selanjutnya dikirim kepada mekanisme sekeliling otot.

Bentuk-bentuk fungsi kognitif ini antara lain adalah konsentrasi, perhatian, tanggapan atau persepsi, proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, waktu reaksi, ingatan atau memori, respons dan sebagainya.

  1. Pengaruh Aktivitas Jasmani Terhadap Fungsi Kognitif

Fungsi-fungsi kesadaran atau kognitif yang meliputi kemampuan berkonsentrasi, memperhatikan, berfikir, memecahkan masalah membuat keputusan dengan cepat dan tepat, ketelitian dan mereaksi secara tangkas merupakan fungsu dasar yang efesien dalam kehidupan individu sehari-hari, termasuk dalam kegiatan latihan fisik dan olahraga

Aktifitas jasmani yang dilakukan dalam intensitas yang rendah sampai sedang dapat meningkatkan daya konsentrasi dan perhatian. Kemampuan individu berkonsentrasi berhubungan dengan kemampuannya yaitu memelihara fokus perhatian terhadap tugas atau objek tertenti. Sedangkan perhatian adalah kemampuan individu untuk menghubungkan sesuatu dengan kesadaran tentang perubahan lingkungan. Kemampuan konsentrasi dan perhatian merupakan elemen kunci dalam proses belajar. Proses perhatian digunakan untuk menjelaskan bagaimana proses informasi mempengaruhi belajar dan ferporma, baik dalam tugas-tugas kognitif maupun tugas-tugas gerak.

Dampak pengerahan tenaga jasmani atau fisik terhadap kemampuan konsentrasi dan perhatian berbeda secara berartidan amat tergantung kepada intensitas dan lamanya latihan yang dilakukan. Pengerahan atau pengurasan tenaga fisik dalam jumlah yang sedang akan meningkatkan kemampuan perhatian. Sedangkan pengerahan tenaga fisik yang tinggi cenderung akan menurunkan perhatian (Davey,1973). Disamping itu konsentrasi dan perhatian menurun ketika kerja mental terjadi selama latihan fisik yang berat, sehingga terjadi kondisi kelelahan.

Aktifitas Jasmani berpengaruh pula terhadap kemampuan memecahkan masalah. Istilah pemecahan masalah ini menunjukan bermacam-macam tahapan proses informasi yang mencakup : Pengenalan dan pemahaman terhadap masalah, Perencanaan menentukan cara pemecahannya, dan melaksanakan rencana tersebut. Keberhasilan pemecahan masalah dinilai atas dasar kecepatan, ketepatan dan kecermatan mengambil keputusan atau memecahkan masalah.

Tinggi rendahnya intensitas latihan jasmani berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah. Semakin tinggi intensitas kegiatan fisik, sampai mendekati kondisi kelelahan maka semakin rendah kemampuan pemecahan masalah. Sebaliknya jika intensitas kegiatan fisik sampai berada pada tingkat yang sedang justru akan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Selain itu aktivitas jasmani dan latihan dalam taraf intensitas yang rendah sampai sedang, akan memudahkan waktu reaksi dan waktu bergerak seseorang. Waktu reaksi diartikan sebagai waktu diantara kehadiran rangsangan atau stimulus (seperti cahaya lampu atau bunyi tangga nada), Sampai dengan saat inisiatif memberikan respons (seperti memencet tombol). Waktu bergerak adalah waktu yang dilalui atau ditempuh antara saat mulai merespons , sampai menyelesaikan gerakan (seperti dari saat start sampai finish pada lari jarak 100 m).

Tingkat kebugaran jasmani yang baik, sebagai akibat dari latihan fisik yang teratur dan dalam dosis yang rendah sampai sedang hal ini akan berpengaruh terhadap fungsi-fungsi kognitif, seperti kemampuan mengingat, memecahkan masalah angka-angka dan kecermatan. Disamping itu tingkat perkembangan jasmani yang baik tercermin dalam tingkat kebugaran jasmani yang baik pula. Hal ini berkaitan dengan performa kerja mental seperti : kecermatan, ketepatan dan kecepatan menyelesaikan masalah.

Suatu hal yang perlu dipahami bahwa kondisi kelelahan akan menurunkan fungsi-fungsi kognitif seperti : konsentrasi, perhatian, kemempuan menyelesaikan masalah, waktu reaksi, kecermatan dan ketelitian.

(Pembinaan Ketahanan Kepribadian di sepanjang Hayat , Drs. Rusli Ibrahim,MA)

No responses yet

Jul 31

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Bagi teman-teman guru Penjasorkes di tingkat SMP , saya mau berbagi informasi dengan rekan-rekan mengenai RPP, Silabus dll.

Apabila Bagi rekan-rekan yang membutuhkan RPP dan Silabus bisa di download di sini :

1. RPP Kelas VII    http://www.ziddu.com/download/5843339/RPPKLSVII.doc.html

2. RPP Kelas VIII   http://www.ziddu.com/download/5843210/RPPVIII.doc.html

3. RPP Kelas IX     http://www.ziddu.com/download/5843278/RPPIX.doc.html

4. Silabus Kelas VII http://www.ziddu.com/download/5843376/SILABUSVII-12.doc.html

5. Silabus Kelas VIII http://www.ziddu.com/download/5843479/SILABUSVIII-12.doc.html

6. Silabus Kelas IX   http://www.ziddu.com/download/5843512/SILABUSIX-12.doc.html

dan juga perangkat guru yang lain ( contoh Protah, Promes, KKM, Pemetaan )

7. Protah VIII       http://www.ziddu.com/download/5843562/PROGRAMTAHUNANKELASVIII2008.xls.html

8. Pemetaan   http://www.ziddu.com/download/5843564/Pemetaansm12008.rtf.html

9. KKM  VIII         http://www.ziddu.com/download/5843563/KKMVIII2008.xls.html

10. Protah IX      http://www.ziddu.com/download/5843561/PROGRAMTAHUNANKELASIX2008.xls.html

11. Protah VII     http://www.ziddu.com/download/6023728/proagramtahunandansemesterKELASVII.xls.html

12. KKM VII     http://www.ziddu.com/download/6023606/KKMVII2008.xls.html

13. KKM IX      http://www.ziddu.com/download/6023644/KKMIX2008.xls.html

One response so far

May 30

Panduan Calon Atlit

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Untuk mecari seorang atlit itu tidak mudah , disini saya coba berbagi informasi mengenai Panduan bagi calon atlit, sehingga kita mudah untuk menentukan atau mencari Atlit .

Untuk lengkapnya downdload aja disini http://www.ziddu.com/download/4957002/panduanlatihaunukcalonatlet.doc.html

No responses yet

Mar 07

Peraturan Pencak Silat

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Peraturan Pencak Silat dari IPSI dapat anda dowdload disini

http://www.smpn4depok.com/olahraga/Peratutan%20silat.ppt

No responses yet

Mar 07

Peraturan Futsal

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Peraturan Futsal dapat anda downdload  disini

http://www.smpn4depok.com/olahraga/Peraturan%20futsal.ppt

atau disini : http://www.smpn4depok.com/olahraga/Peraturan%20Futsal%20FIFA.doc

One response so far

Dec 17

Lempar Cakram

Published by olahraga under Atletik

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.

Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong kedepan.

No responses yet

Dec 10

Abaut Renang

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Renang

Ada banyak hal yang perlu kita ketahui dan pahami sebelum kita melakukan olahraga renang. Dalam bab ini akan dibahas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan renang .

2.1. Dasar Belajar Renang

2.1.1. Pengenalan Air

pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya.

Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya :

v Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal

v Saling mencipratkan air ke muka teman

v Memasukkan kepala dan badan ke dalam air

v Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman

v Main tebak – tebakan di dalam air

v Berjalan mengelilingi kolam

v Bermain kereta keretaan di air.

2.1.2. Meluncur

setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan meluncur dan mengapun, caranya adalah :

v Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan.

v Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur.

Atau bisa juga dilakukan dengan cara :

v Berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki satu yang lain ditekuk dengan telapak kaki menempel pada dinding kolam.

v Kedua tangan lurus dan bungkukkan badan ke depan, kemudian tolakkan kaki yang menempel pada dinding sehingga badan terdorong ke dalam sikap mengapung dan meluncur.

Bagi orang yang masih takut, sebelum berlatih meluncur mereka terlebih dahulu menggerakkan kaki sambil duduk di pinggir kolam atau dengan memegang parit kolam dan menggerak – gerakkan kaki.

2.1.3. Latihan Pernafasan

1. Teknik gerakan pernafasan

a. Sikap Permulaan

v Berdiri kongkang di kolam dasar

v Membungkukkan tubuh rata dengan air

v Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang dilurukjan ke depan.

b. Gerakan

v Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kokan, sehingga mulut mengambil nafas.

v Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh.

v Latihan pernafasan ini dikombinasikan dengan gerakan lengan agar dapat mengatur irama pengambilan nafas.

v Pada prinsipnya mengambil udara lewat mulut dengan menghembuskan di dalam air.

2. Cara melakukan gerak dasar mengambil nafas

v Lakukan dengan posisi telungkup terapung, dan kedua tanmgan memegang dinding kolam.

v Ambillah nafas melalui mulut dan masukkan muka ke dalam air, mata melihat ke depan sedikit.

v Permukaan air di dahi, buang nafas melalui hidung. Setelah itu, putarkan kepala ke samping kanan / kiri berporos leher. Sehingga mulut dan mulut di atas permukaan air.

v Buka mulut lalu ambil nafas melalui mulut dengan cepat, lalu masukkan muka ke dalam air dan buang nafas di dalam air.

2.2. Macam – macam gaya dalam olahraga renang

v Gaya bebas

v Gaya dada

v Gaya Punggung

v Gaya Kupu – kupu

2.3. Renang Gaya Bebas

1. Posisi Badan

posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :

v Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air

v Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air

v Otot – otot perut dan leher rilek.

2. Gerakan Kaki

gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

v Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari

v Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.

v Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.

v Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.

Bentuk – bentuk latihan gerakan kaki, antara lain :

v Menggerakkan kedua kaki naik turun secara bergantian sambil duduk di pinggir kolam.

v Dengan sikap salah satu tangan memegang parit kolam dan tangan yang lain membentuk sudut siku kedua lurus ke belakang kemudian gerakan naik turun secara bergantian dengan sumber gerakan pada pangkal paha.

v Latihan gerakan kaki sambil meluncur.

Demulai dari pinggi kolam dengan salah satu kaki mendorong dinding, kemudian sambil meluncur kedua kaki digerakkan naik turun dengan sumber gerakan pada pangkal paha.

3. Gerakan Tungkai

dalam renang gaya bebas, tungkai kaki yang utama adalah sebagai stabilisator dan sebagai alat untuk menjadikan kaki tetap tinggi dalam keadaan streamline. Sehingga tahanan menjadi kecil.

Cara melakukan gerakan tungkai adalah sebagai berikut.

v Tungkai digerakkan dari pangkal paha

v Lutut dan pergelangan kaki melentur

v Ujung kaki lurus

v Dua atau empat atau delapan gerakan tungkai tiap tua gerakan lengan.

4. Gerakan Lengan

gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

v Gerakan menarik (pull)

Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.

v Gerakan mendorong (push)

Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.

v Istirahat (Recovery)

Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.

Teknik gerakan lengan pada renang gaya bebas :

v Siku tinggi (di atas air dan di air)

v Telapak tangan rendah saat di atas air

v Pergelangan tangan ke dalam saat memulai

v Tarikan lengan terpusat pada alur pola gerak

v Ibu jari menyentuh paha

v Pola gerakan lengan adalah pola gerakan huruf “s”

v Ada dorongan kelajuan

Bentuk – bentuk latihan gerak lengan :

v Berdiri di darat atau di kolam yang dangkal, kedua kaki dibuka selebar bahu, badan dibungkukkan ke depan dan kedua tangan lurus ke depan

v Lakukan gerakan menarik, menendang, dan recovery seperti teknik yang telah dijelaskan diatas, dengan kedua tangan secara bergantian.

v Latihan gerakan lengan sambil meluncur, dimulai dari pinggir kolam, gerakan kaki bebas (boleh digerakkan atau tidak)

Gerakan – gerakan lengan pada renang gaya bebas perperan sebagai tenaga atau penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh.

5. Mengapung

mengapung dilaksanakan dengan posisi awal berdiri. Mengapun yang dimaksud adalah mengapun pasir di tempat (mengapung jongkok telungkup). Dalam renang yang sangat mendukung teknik mengapung adalah dorongan dan tahanan. Jadi setiap gerakan maju dari seorang perenang, tergantung dari kekuatan tahanan dan dorongan.

Tahanan adalah kekuatan yang menahan perenang untuk kembali yang disebabkan oleh air yang menahannya untuk ke depan

Dorongan adalah kekuatan yang menyebabkan perenang maju yang dihasilkan oleh gerakan kaki dan lengan.

Tahanan dalam renang ada tiga tipe, yaitu :

1. Tahanan depan (frontal resistance)

2. Tahanan gesekan air ( skin tiction)

3. Tahanan pusaran air ( Eddy resistance)

Setiap tahanan yang disebabkan letak badan yang tidak tepat, akan mengurangi kecepatan perenang.

6. Meluncur

luncuran dalam renang gaya bebas pada hakikatnya sama dengan luncuran gaya renang yang lain (kecuali gaya punggung atau telentang),

luncuran ada dua macam, yaitu :

a. Luncuran Pasif

Adalah luncuran yang diakibatkan oleh kegiatan orang lain yang menolong. Luncuran ini dapat dilakukan dengan cara :

v Luncuran dengan pertolongan dua orang

v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara menarik lengannya.

v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara didorong tungkainya.

v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan didukung (dipegang perut dan pahanya)

b. Luncuran aktif, ada 2 macam yaitu :

v Luncuran aktif dari dinding kolam

v Luncuran aktif dari dasar kolam

Tarikan renang gaya bebas adalah sumber pokok dari luncuran dan oleh perenang dijadikan sebagai satu – satunya sumber dorongan atau luncuran.

7. Pernafasan

Pernafasan pada gaya bebas sangat mempengaruhi badan dalam streamrine. Putaran kepala untuk pernafasan haruslah dilaksanakan dengan axl (sumbu putaran) garis sepanjang badan. Sehingga kepala tidak akan naik terlalu tinggi dari permukaan air. Pengambilan udara dilakukan dengan mulut. Dengan kata lain, pengambilan nafas dilakukan melalui mulut dengan cara memiringkan kepala ke kanan atau ke kiri dimulai setelah akhir dari gerakan tangan menarik (pull). Kemudian setelah istirahat (Recovery) kepala segera masukkan ke dalam air keluarkajn udara dari mulut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat waktu pengambilan udara karena harus dilakukan dengan cepat.

Cara – cara pengambilan nafas :

v Lengan kanan diayunkan ke belakang sampai dibelakang pantat. Bersamaan dengan gerakan ini, kepala menengok kea rah kanan sambil membuka mulut dan menghirup udara. Lengan kiri bergerak ke atas air menuju kea rah depan. Pada saat yang sama melakukan gerakan lengan kanan dan menghirup udara.

v Lengan kiri diayunkan ke belakang seperti halnya lengan kanan tadi, lengan kanan bergerak ke depan. Kepala kembali menghadap ke dasar kolam sambil menghembuskan udara melalui hidung atau mulut air.

v Sikap awal berdiri kangkang muka belakang di dasar kolam dangkal

v Badan membungkuk, lengan kanan kea rah depan, lengan kiri kea rah belakang.

v Kepala masuk ke dalam air.

Bentuk – bentuk latihan pernafasan

v Menghadap pinggir kolam dengan kedua tangan berpegangan pada parit (dikolam yang dangkal), rendahkan kedua lutut hingga kepala masuk ke dalam air. Putar leher ke kanan atau ke kiri, pada saat mulut berada di atas permukaan air hirup udara sebanyak – banyaknya melalui mulut, kemudian putar kembali dan pada saat mulut berada di dalam air keluarkan udara.

v Latihan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.

8. Rangkaian renang gaya bebas secara keseluruhan

Rangkaian renang gaya bebas terdiri dari :

v Posisi badan

v Gerakan kaki

v Gerakan Lengan

v Gerakan pengambilan nafas

v Pengambilan nafas

9. Latihan koordinasi gerakan

Latihan koordinasi gerakan yaitu melakukan beberapa gerakan dalam suatu rangkaian latihan, sebelum latihan renang gaya bebas, secara keseluruhan.

Beberapa macam latihan koordinasi gerakan antara lain :

v Latihan gerakan lengan dan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.

v Latihan gerakan kaki, lengan, dan mengambil nafas.

Apabila teknik-teknik dasar renang gaya bebas tersebut sudah dikuasai dengan baik, berarti anda telah dapat melakukan renang gaya bebas (crawl).

Untuk meningkatkan ketrampilan renang diperlukan latihan dyang intensif dan sungguh-sungguh.

2.4. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya punggung

Ada banyak perbedaan yang terjadi antara renang gaya bebas dengan renang gaya punggung. Perbedaan antara lain :

1. Posisi badan

seperti yang tercantum dimuka bahwa dalam renang gaya bebas, posisi badan harus horisontal, walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air, sedangkan

pada renang gaya pungung, posisi badan terlentang. Untuk mempertahankan posisi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

a. dada, bahu, dan panggul berada di dalam air

b. wajah berada sedikit diatas permukaan air sehingga dapat leluasa untuk mengambil nafas

c. kedua kaki lebih rendah dari punggung dan secara bergantian menendang air.

2. Gerakan kaki

gerakan kaki pada gaya punggung pada prinsipnya sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas, hanya dalam posisi terbalik.

Bentuk-bentuk latihan gerakan kai :

a. duduk di pinggir kolam kedua kaki diluruskan ke dalam air, kemudian lakukan gerakan kaki

b. dengan posisi terlentang, kedua tangan pepegang pinggir kolam

c. dengan posisi terlentang menggunakan pelampung

3. Pernafasan

pengambilan nafas gaya punggung sangat berbeda dengan gaya bebas. Pengambilan nafas gaya punggung lebih mudah karena mulut dan hidung selalau diatas permukaan air, tinggal mengatur waktunya saja.

2.5. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya kupu-kupu

Pola renang gaya bebas mempunyai persamaan dan perbedaan dengan pola gaya renang kupu-kupu. Persamaan terletak pada teknik meluncurnya. Sedangkan perbedaannya terletak pada gerakan lengan.

Gerakan lengan

v Pada renang gaya bebas terdapat 3 macam gerakan lengan, yaitu gerakan menarik (pull), mendorong (push), dan istirahat (recovery). Sedangkan

v Pada saat renang gaya kupu-kupu, terdapat dua macam gerakan renang, yaitu saat lengan diatas air dan dibawah air.

2.6. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya dada

Yang membedakan gaya bebas dengan gaya dada adalah dari teknik gerakan kaki. Adapun cara untuk melakukan gerakan kaki pada renang gaya dada adalah :

v Tarik kedua kaki mendekati pinggul, kedua paha agak terbuka, putar pergelangan kaki menghadap kaluar dan siap mendorong

v Dorongkan kedua kaki secara bersamaan ke belakang agak menyamping hingga membentuk ½ lingkaran di bawah permukaan air.

2.7. keterampilan dasar renang pertolongan kecelakaan air

Dalam kegiatan di air baik berenang ataupun yang lain, untuk melakukan pertolongan kecelakaan yang terjadi di air, seorang penolong harus menguasai dan pandai berenang. Jadi harus mengerti dan menguasai teknik dasar renang.

v Teknik dasar renang meliputi

v Gerakan mengapung

v Gerakan meluncur

v Cara bernafas di dalam air

Hal – hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan di kolam renang adalah sebagai berikut :

Di larang mendorong orang lain dari pinggir kolam

Tidak berenang di tempat dalam sebelum menguasai renang

Dilarang meloncat dari pinggir kolam di tempat – tempat orang berkumpul

Dilarang meloncat di daerah kolam yang dangkal dengan posisi menekuk

Dilarang membasuh muka di pinggir kolam, hingga memungkinkan tergelincir ke dalam kolam

Berenang memakai baju renang

Memahami teknik – teknik dasar renang dengan baik dan benar

2.8. Ketrampilan renang membawa korban

Menolong orang kecelakaan dalam air, penolong sendiri harus dapat berenang dan cara menolongnya harus benar sehingga meringankan kemungkinan fatal pada si korban.

Gaya berenang yang paling mudah dilakukan dan digunakan untuk menolong korban kecelakaan di air adalah gaya bebas.

Maka dari itu coba berlatih renang gaya bebas.

v Latihan gerakan gaki gaya bebas

gerakan kaki dipukulkan ke atas dan kebawah secara bergantian, gerakannya dimulai dari pangkal paha.

v Latihan gerakan lengan untuk gaya bebas

Ø Gerakan tangan memutar dari bawah lewat samping telinga

Ø Yang dimasukkan lebih dahulu adalah ujung jari, saat memasukkan ujung jari berusaha membuat bidang sekecil mungkin.

Ø Saat – saat mendayung berusaha sekuat mungkin hingga badan maju dengan cepat.

Ø Siku – siku lurus di tarik sejajar dengan badan

v Cara bernafas

Cara pengambilan nafas, sewaktu tagan ditarik kebelakang, maka posisi kepala miring ke kanan / ke kiri.

Pada saat itulah gunakan untuk mengambil nafas lewat mulut dan dilepaskan di dalam air.

2.9. Hal – hal yang harus dilakukan sebelum berenang adalah sebagai berikut :

v Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil.

v Mandi pada air pencuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bawa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air.

v Latihlah irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk – bentuk latihan lainnya.

v Ukurlah kemampuan diri atau disesuaikan dengan kemampuannya.

v Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning – kuningan (mangkak)

v Berjalan – jalan terlebih dahulu di dalam kolam dengan kedalaman yang cocok merupakan kesenangan yang menarik.

v Jangan berenang dalam keaddan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh menjadi lebih berat.

2.10. Hal – hal yang harus dilakukan sesudah berenang :

v Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya.

v Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat – loncat atau dengan cara yang lain.

v Keringkan pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas)

v Istirahat cukup

v Makan cukup

2.11. Manfaat Renang bagi Tubuh

Sebagai garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah

Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari – sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak.

2. Meningkatkan kapasitas vital paru – paru

Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerja paru – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi.

3. Mempengaruhi otot

Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan oto akan bekerja terus menerus. Hal ini kan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat.

One response so far

Dec 10

Renang Gaya Dada

Published by olahraga under Program Kerja Guru

Renang Gaya Dada (Chest Stroke)

Merupakan gaya yang paling   gaya daada mudah dan paling cepat untuk dipelajari. Tapi dalam segi kecepatan, gaya ini merupakan gaya yang paling lambat.


1. Gerakan kaki

a. Kaki ditekuk (dengkuldibengkokkan/ditekuk)

b. Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)

c. Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)

Ulangi langkah a – c di atas
Jadi urutan gerakan kaki gaya dada ini :
1) tekuk, tendang, rapatkan,
2) tekuk, tendang, rapatkan,
dan seterusnya.

Mudah khan !

2. Gerakan tangan

a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)

b. Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)

c. Luruskan tangan kembali.
Ulangi langkah a – c di atas

Jadi urutan gerakan tangan gaya dada ini :
1) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
2) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
dan seterusnya.

Mudah khan !

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
- Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
- Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian

kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas

Tips :
1) Ketika mulai belajar tangan berpegangan pada pinggir kolam, kemudian gerakkan kaki seperti di atas. Lakukan sampai lancar

2) Kemudian Anda bisa meminta seorang teman untuk memegangi tangan Anda, sehingga Anda bisa menyeberangi kolam dengan menggerakkan kaki dan tangan tetap dipegangi teman Anda. Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang bisa melakukan ini.

Nb.
Kaki seringkali tidak mengapung di permukaan air, melainkan terlalu ke bawah ..hal ini dikarenakan kepala tidak masuk ke dalam air.
Oleh karena itu saat berlatih kaki ini sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama belajar gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila mau mengambil nafas.

3) Setelah lancar, maka sekarang kita agak ke tengah kolam. Kemudian kita mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) dan gerakkan kaki gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan sampai lancar

4) Setelah itu sekarang mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan gaya dada seperti di atas. Begitu seterusnya, lakukan sampai lancar.

5) Setelah cukup lancar, maka mulailah belajar mengambil nafas. Ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Lakukan sampai lancar

6) Kemudian berlatihlah lebih ke tengah dan berenang untuk mencapai pinggir kolam. Lakukan terus sampai bisa selebar kolam renang.

Setelah lancar, mulailah perbaiki gaya renang gaya dada Anda. Gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas.
Gerakan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini akan memberikan dorongan yang lebih kuat sekaligus memudahkan pengambilan nafas).

3 responses so far

Tags

Search